Selasa, 27 Juli 2010

Doodling, teknik kreatif dalam menggambar

PT Faber-Castell International Indonesia memperkenalkan cara unik untuk menggambar terutama bagi anak-anak yang dikenal dengan Doodling. Doodling sendiri adalah menggambar secara spontan dengan mengembangkan sebuah garis acak Seperti kita ketahui tujuan dari kegiatan menggambar adalah untuk melatih  proses mental, mengingat, berimajinasi, mengungkapkan emosi, dan meningkatkan kemampuan berpikir. Dengan menggambar dapat membantu anak-anak untuk menggungkapkan ide dan memupuk kreatifitas anak. Pada dasarnya anak-anak secara alamiah sudah memiliki kemampuan menggambar ekspresif – kreatif.

Sayang kemampuan itu kurang digali atau terpola dan kegiatan menggambar yang dilakukan anak cenderung monoton yaitu dengan menggunakan teknik menggambar yang cenderung sama. Sehingga, kurang menantang anak untuk lebih mengeluarkan kemampuan dan kreatifitas yang sesungguhnya mereka miliki .

Bermula dari fenomena tersebut Faber-Castell sebagai perusahaan yang peduli terhadap kreatifitas anak memperkenalkan Doodling sebagai teknik menggambar yang mempunyai maanfaat yaitu untuk dapat lebih menanamkan kepercayaan diri dalam menggambar, melatih problem solving (melihat suatu masalah secara “Helicopter View”), dan melatih ide, imajinasi dan kreatifitas anak.



Dan langkah – langkah dalam menggunakan teknik Doodling : pertama, anak dapat menggambar sebuah garis acak. Langkah kedua dengan mengembangkan garis acak tersebut sesuai dengan ide dan kreatifitas anak. Dan langkah terakhir dengan memberikan detail dan warnai gambar tersebut.

Faber-Castell mengharapkan dengan adanya teknik menggambar Doodling ini anak-anak dapat menjadi lebih kreatif sehingga dapat memunculkan kemampuan mereka yang sesungguhnya. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar